Medan, beritaonlinesumut. Komunitas Mohaga kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun ruang kreatif bagi generasi muda melalui penyelenggaraan Show Of Mohaga 2026 yang berlangsung di CHC Medan, Jalan Harmonika Baru, Padang Bulan, Sabtu (30/5). Mengangkat tema “Unity In Creation”, kegiatan ini menjadi momentum kolaborasi seni, musik, dan pelestarian budaya Nias dalam satu panggung yang inklusif.

Mohaga Voice bersama para tokoh masyarakat Nias

Acara yang dipimpin Ketua Panitia Christofer Fa’ahakho Dodo Hia serta didukung Ketua Umum Mohaga Etty Destin Hura tersebut menghadirkan sejumlah penampilan musik yang membawakan karya-karya bernuansa budaya dan kekinian.

Penampilan dibuka dengan lagu Mado Daeli yang dibawakan Jovan Daeli, dilanjutkan Afato Fato ba Dodo oleh Merdiani Gulo, serta lagu Telefonme yang dibawakan Ariston dan Yustin. Suasana semakin meriah melalui penampilan Moyo Sebolo Afi yang dibawakan Toper, Incah, dan Idealis, serta Mefona Me Ide Ide Do bersama Ariston Bate’e.

Salah satu momen yang menjadi perhatian dalam gelaran tersebut adalah penampilan perdana lagu “RAIH BERSAMA”, yang dibawakan Margaret, Toper, Merdian, Winner, Incah, dan Karolus, dengan sentuhan rap dari Juniar dan Idealis. Lagu tersebut menjadi simbol kolaborasi lintas talenta yang menjadi semangat utama dalam acara.

Puncak acara ditandai dengan penampilan lagu “Ulidano” dan “Tano Omasi’öda” yang dibawakan secara kolaboratif oleh Toper, Merdiani, Yustin, Ariston, dan Idealis, menghadirkan suasana kebersamaan yang mendapat apresiasi dari para tamu undangan dan penonton yang hadir.

Kegiatan ini juga dihadiri sejumlah tokoh masyarakat dan pegiat seni Nias, di antaranya seniman dan sutradara nasional Ponti Gea, seniman Hendrik, Founder Songket dan Tenun khas Nias Tuwu Nukhada Raminalai Dakhi, SH., M.Kn, tokoh masyarakat Venty Gea, Ketua Himpunan Masyarakat Nias (HIMNI) Kota Medan Brian Harefa, serta Penasehat Mohaga Voice Murni Larosa.

Ketua Umum Mohaga menyampaikan harapannya agar komunitas tersebut dapat terus berkembang dan memiliki jangkauan yang lebih luas di tingkat nasional.

“Harapan kami, Mohaga dapat terus berkembang dan suatu saat mampu membawa karya-karya anak muda Nias ke tingkat nasional,” ujar Ketua Umum Mohaga.

Sementara itu, Ketua Panitia Christofer Fa’ahakho Dodo Hia berharap keberadaan Mohaga dapat terus bertahan dan semakin aktif tampil di berbagai panggung seni dan budaya.

“Kami ingin Mohaga tetap eksis, terus berkarya, dan semakin banyak mendapat kesempatan tampil di berbagai acara serta ruang kreatif lainnya,” katanya.

Ketua Himpunan Masyarakat Nias (HIMNI) Kota Medan, Brian Harefa, turut memberikan apresiasi terhadap konsistensi Mohaga dalam menghadirkan ruang kreatif bagi generasi muda Nias di perantauan.

“Apa yang dilakukan Mohaga Voice patut diapresiasi. Di tengah kehidupan perantauan, mereka tidak hanya mampu terus berkarya, tetapi juga tetap menjaga dan melestarikan budaya Nias melalui musik dan kreativitas. Ini menjadi bukti bahwa identitas budaya dapat terus hidup ketika generasi mudanya mau bergerak, berkolaborasi, dan menciptakan karya bersama,” ujarnya.

Ia juga berharap semangat yang dibangun melalui Show Of Mohaga dapat menjadi inspirasi bagi komunitas-komunitas muda lainnya untuk terus menjaga budaya tanpa meninggalkan perkembangan zaman. “Budaya akan tetap bertahan ketika ada generasi yang mau merawatnya. Semoga Mohaga terus tumbuh, semakin dikenal luas, dan menjadi inspirasi bagi anak-anak muda Nias lainnya untuk berani berkarya dan membawa budaya ke panggung yang lebih besar,” tambahnya.

Melalui Show Of Mohaga 2026, komunitas ini tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga memperlihatkan bagaimana kolaborasi seni dapat menjadi sarana memperkuat identitas budaya, membangun jejaring kreatif, serta mempererat kebersamaan generasi muda Nias.

Leave a comment