Medan, Berita online sumut. Medan Harmoni, suatu kegiatan yang akan dilakukan para komposer kota Medan sebagai wujud karya serta eksistansi seni dan budaya yang ada di Kota Medan. Event tersebut nantinya akan digelar oleh beberapa komposer dan seniman yang sudah berkecimpung lama di dunia musik pada bulan november nantinya. Dalam diskusi yang digelar di Coffeebox Medan tanggal 20 april 2024 hadir beberapa seniman Sumatera Utara yaitu Prof Junita Batubara, Dr. Pulumun Ginting, Hendrik Parangin-angin, Erucakra Mahameru, King Napoli, dan Brian Harefa.

Prof Junita Batubara sebagai inisiator mengungkapkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mempertunjukkan kepada publik bahwa komposer kota Medan saat ini masih eksis, dan diharapkan bisa menjadikan inspirasi agar menghasilkan kaderisasi buat generasi berikutnya. “Kegiatan tersebut nanti berupa pagelaran karya, sarasehan, seminar dan workshop” ungkap Junita.
Disisi lain, Seniman karo Dr. Pulumun Ginting dan Hendrik Parangin-angin mengapresiasi rencana kegiatan ini. “Kita buat namanya Medan Harmoni karena arti dari kata Medan ini sangat luas, salah satu artinya itu adalah wadah, jadi arti keseluruhannya adalah sebuah wadah harmoni.” ujar Pulumun.
Begitu juga dengan ketua Pappri Sumut Erucakra Mahameru yang sangat excited dengan kegiatan ini. “Apalagi kegiatan pertama ini rencana membuat tema pahlawan, di kota Medan sendiri kata Medan Juang ini mempunyai arti yang dapat dieskpresikan dalam sebuah komposisi populer maupun kontemporer, dan itu belum pernah dituang kedalam sebuah karya”. Imbuhnya.
Kegiatan ini nantinya akan dilakukan oleh 15 komposer kota Medan, beberapa yang sudah sepakat untuk berkolaborasi diluar pertemuan tadi adalah Daud Kosasih, Ken Steven, Ance Panggabean, Herizon Koto, Muklis dan Albert Shen. Salah seorang komposer sekaligus tokoh pemuda Sumatera Utara Brian Harefa mengungkapkan bahwa “mereka ini (para komposer yang terlibat) adalah Komposer senior, yang sudah berpengalaman berkarya diatas 10 tahun, dan bukan hanya terkenal di Medan saja, bahkan di Indonesia dan Negara lain. Sebut saja Dr. Pulumun dan Hendrik Parangin-angin yang melalang buana memperkenalkan kebudayaan Karo di berbagai negara , Daud Kosasih dan Ken Steven yang terkenal di Eropa dan Asia, saya dan Erucakra Mahameru yang masih eksis di beberapa event jazz di Korea Selatan, dan yang lainnya tidak dapat saya jelaskan satu persatu, intinya mereka semua hebat-hebat, dan sangat luar biasa jika kegiatan ini terealisasi nantinya.” tutup Brian Harefa.(**)
Leave a comment